Cari

Selasa, 15 Desember 2015

Perut Buncit, Segera Atur Pola Konsumsi Minuman Beralkohol !

Jika bentuk perut anda sudah seperti seperti “buah apel” atau "tas pinggang" yang menggelembung, segeralah berolahraga. Menjaga pola makan sehat anda, termasuk mengatur pola konsumsi minuman beralkohol demi kesehatan jantung anda.

Banyak yang bilang. Minum bir bikin gemuk. Perut seakan memiliki kantung (berkantung). Tentu saja anggapan itu tidak benar. Bir sendiri terbuat dari fermentasi gandum yang kaya akan protein. Sama seperti halnnya coklat yang terbuat dari fermentasi kakao. Dulu ada yang bilang, makan coklat bikin perut buncit. Ya, jika konsumsi coklat satu truk setiap hari selama seminggu.

Tetapi jangan bertanya "Mengapa koruptor dan pendukung pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) biasanya perutnya buncit ? "

Kelebihan berat badan atau kegemukan dapat dilihat dari penilaian Indeks Massa Tubuh (IMT). Cara menghitungnya cukup sederhana, yaitu dengan membagi berat badan dalam kilogram (kg) dengan tinggi tubuh dalam meter lalu dikuadratkan (m2).


Contoh menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) :
Berat Badan (BB) : 80 kg, Tinggi Badan (TB) : 160 cm = 1,6 m 
IMT : BB (Kg) = 80 = 31,25 Kg/m2
TB (m)2 (1,6)2

Menurut klasifikasi World Health Organization (WHO), jika seseorang memiliki nilai IMT > 30 maka orang tersebut dikategorikan dalam kondisi kegemukan (obesitas), dan jika nilai IMT > 25­29,9 maka orang tersebut dikategorikan dalam kondisi overweight.

Selain tingkat kegemukan yang dilihat lewat IMT, dokter melakukan pengecekan kolesterol dan tekanan darah untuk mengukur risiko penyakit jantung, yang selama ini dikenal sebagai pembunuh nomor satu di Indonesia dan juga negara-negara lain di dunia. 

Namun, sekarang ini, tidak hanya IMT saja yang digunakan secara umum untuk mengetahui seseorang mengalami risiko penyakit jantung. Ukuran pinggang juga menggambarkan risiko. Seperti yang dikatakan Dr .med. D. Soendoro, ahli Penyakit Jantung di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, "Lingkar pinggang merupakan hal yang penting. Coba Anda ambil meteran. Semakin lebar, semakin Anda harus waspada karena pinggang berukuran besar dapat menjadi jalan singkat ke serangan jantung atau penyakit jantung serius."

LEMAK TOKSIK
Mengapa lingkar pinggang perlu mendapat perhatian khusus, papar Soendoro, karena obesitas akan membahayakan kesehatan jika kelebihan lemak di dalam tubuh tersebar pada tubuh bagian atas, seperti perut, dada, leher dan muka.


"Makanya kegemukan tipe tubuh buah apel yang gemuk di perut dan dada lebih berbahaya daripada tipe tubuh buah pir yang gemuk di pinggul dan paha." Bila lemak terdistribusi pada daerah perut dan bagian atas dari tubuh, terjadi perlemakan pada organ-organ vital seperti ginjal, hati dan jantung yang berisiko meningkatkan penyakit kanker, jantung, dan diabetes. Itulah sebabnya, lemak yang terdapat pada bagian atas tubuh disebut juga lemak toksik.

 
Untuk mendeteksi lemak toksik bisa dilakukan dengan pengukuran lingkar pinggang. Selain itu dapat dilakukan dengan cara, yaitu coba Anda berbaring dan tekan perut. Lakukan di pagi hari sebelum sarapan. Bila perut rata, berarti baik-baik saja. Namun, jika perut terlihat buncit kemungkinan lemak toksik mulai tertimbun di tubuh.

Sebagai patokan, untuk ukuran Asia, lingkar pinggang berukuran lebih dari 90 cm sudah merupakan tanda bahaya bagi pria, sedangkan untuk perempuan risiko gangguan jantung meningkat bila lingkar pinggangnya lebih dari 80 cm. Cara pengukuran lingkar pinggang (waist circumference) diukur dengan lingkar yang melalui pusat/pusar.

RASIO PINGGUL DAN PINGGANG
Kenyataannya, kemajuan ilmu kedokteran jantung menuntut dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih saksama pada risiko gangguan jantung. Sekarang ini, kata Soendoro, IMT ditambah dengan ukuran lingkar pinggang masih ditambah lagi dengan rasio lingkar pinggang dan perut (waist-hip ratio/WHR) dinilai lebih dapat merefleksikan gambaran risiko penyakit jantung.

 Untuk mendapatkan WHR, caranya dengan mengukur lingkar pinggang tadi ditambah mengukur lingkar panggul. Lingkar panggul diukur melingkar melalui bokong. "Perbandingan lingkar pinggang dan panggul inilah yang dinilai tepat untuk menggambarkan distribusi lemak tubuh pada dinding perut dan jaringan di bawahnya," jelas Soendoro



Selanjutnya, bila sudah didapat ukuran lingkar perut dan ukuran lingkar panggul, WHR dikalkulasikan dengan membagi ukuran lingkar pinggang dengan lingkar perut. Nilai potong untuk faktor risiko kardiovaskular adalah kurang dari 0,80 untuk wanita dan 0,90 untuk pria. Jadi bila seorang wanita mempunyai lingkar pinggang 70 cm, maka lingkar pinggulnya harus di atas 126 cm. Jika lingkar pinggulnya kurang dari itu berarti si wanita mengalami gemuk di perut.

Nah, jika selama ini Anda mungkin hanya mengukur lingkar pinggang saat menjahitkan baju ke penjahit, mulai sekarang lakukan lebih sering di rumah dan sebaiknya ukuran lingkar pinggang tidak lebih 80 cm. Ingat, semakin kecil lingkar pinggang Anda, semakin kecil Anda memiliki risiko serangan jantung. Selain itu, bila pinggang Anda kecil, Anda terhindar pula dari risiko kelebihan kolesterol, penyakit gula, dan sakit jantung.

CARA MENDAPATKAN PINGGANG RAMPING
Penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Jantung Amerika (AJA) pada tahun 2004 menunjukkan bahwa orang-orang dengan angka IMT yang tinggi tidak berisiko meninggal dini kecuali bagi mereka yang memiliki lingkar pinggang besar.

Dr. Khawaja Ammar, anggota AJA dari Pusat Medis Olmsted di Rochester, Minnesota (AS), melakukan penelitian terhadap 2.000 orang dewasa berusia 45 tahun ke atas di kawasan tersebut dan membuat sejumlah penghitungan lemak melalui lingkar pinggang, lingkar leher, IMT dan ketebalan lipatan kulit lengan dan perut.

Ammar dan timnya mendapati orang-orang yang bertubuh "apel" memiliki kecenderungan untuk menderita simptom jantung spesifik yang bernama disfungsi ventrikular kiri dan disfungsi diastolik yang menjadi tolok ukur kinerja jantung dalam memompa darah. Setelah mengamati orang-orang dalam kelompok tersebut yang meninggal dalam waktu lima tahun, mereka menyimpulkan orang yang fungsi diastoliknya rendah dan memiliki ukuran pinggang besar, berkemungkinan meninggal lebih awal.

Nah, untuk mendapatkan tubuh langsing dan pinggang ramping, caranya cukup mudah.

* Diet rendah lemak, dengan asupan 800-1500 k kal/hari atau pengurangan kalori 500-1.000 k kal/hari dari asupan yang biasa, dapat mengurangi BB 0,5-1 kg per minggu. Atur juga pola konsumsi minuman beralkohol.

* Aktivitas fisik seperti rutin berolahraga karena hal ini akan meningkatkan pemakaian energi yang menyebabkan berkurangnya lemak tubuh. Setelah melakukan aktivitas yang membakar keringat, akhiri dengan sit-up yang bertujuan untuk pembentukan otot-otot perut. Perut akan bertambah kencang dan rata.

* Lakukan konsultasi dengan dokter untuk menurunkan dan mengatur berat badan, mengatasi stres, menghindari hal-hal yang menyebabkan kegemukan dan solusi masalah