Cari

Senin, 30 Maret 2015

Mr D : Ciptakan Musik Terapi Anti Mabok

Banyak cara yang dilakukan untuk menyatakan kepedulian sosial. Doddy “ Mr D” Hernanto seorang gitaris asal Surabaya yang mempopulerkan tehnik gitar satu jari membuat musik terapi korban oplosan sebagai bentuk perlawanan melawan oplosan.

Menurutnya untuk menekan jumlah korban jiwa akibat oplosan, perlu ada edukasi mengenai minuman beralkohol sehingga tindakan penyalahgunaan minuman beralkohol dapat ditekan.

“Bukan rahasia umum lagi bahwa minuman beralkohol selalu dekat dengan dunia saya, namun sejak dulu hingga sekarang saya seorang vegatarian dan saya bukan seorang perokok. Minuman beralkohol dan penyalahgunaannya merupakan fakta sosial maka perlu pendekatan secara humanistik melalui edukasi agar tidak terjadi penyalahgunaan, “ kata Doddy yang terkenal dengan sebutan Mr D dan tehnik gitar satu jari itu.

Doddy yang kini disibukkan mengajar tehnik gitar satu jari, disamping juga menjadi guru matematika di salah satu sekolah Menengah Atas di Surabaya.

“Saya mencoba membuat musik terapi untuk korban oplosan dengan gitar. Musik terapi itu akan saya gunakan untuk mengedukasi generasi muda menjauhi oplosan, “ katanya.

Musik terapi untuk korban oplosan, kata Doddy berisi tentang pesan-pesan edukatif yang dikolaborasikan dengan suara alam dan satwa seperti harimau, lumba-lumba, burung Curik Bali hingga tapir yang menurut referensi mampu menghasilkan frekuensi untuk terapi kesehatan.

“Musik ialah bahasa universal. Nada dan irama musik alam mampu membuat kondisi rileks sehingga korban oplosan dapat menghilangkan segala bentuk tekanan hidup yang memacu korban untuk mengkonsumsi oplosan. Sedangkan bagi masyarakat luas, terapi musik ini juga diselingi pesan moral yang berisi edukasi mengenai dampak penyalahgunaan minuman beralkohol, “ kata pria kelahiran Mojokerto 24 November 1961 itu.

Doddy mengatakan selama ini banyak yang salah kaprah mengenai minuman beralkohol. Minuman beralkohol dipandang negatif dan disebut minuman keras yang memabukkan. Padahal yang memabukkan itu jika minuman beralkohol itu disalahgunakan.

“Disinilah perlu adanya edukasi dibandingkan regulasi pelarangan dan pembatasan minuman beralkohol, “ katanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar