Cari

Selasa, 05 Januari 2016

Batas Aman Konsumsi

Oleh : Samsul Adi
Trainer di salah satu pusat kebugaran di Surabaya

Kemajuan teknologi pangan, kemajuan ekonomi, serta serbuan pangan instan,  mendorong perubahan pola makan yang tidak sehat, yakni tinggi lemak, tinggi gula, tinggi garam, rendah serat. Pola makan semacam ini berdampak pada meningkatnya kasus kegemukan dan penyakit degeneratif. 


Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, sebanyak 26,2 persen penduduk Indonesia mengkonsumsi garam berlebih atau naik dari tahun 2009 yakni 24,5 persen. Kemudian konsumsi lemak berlebih naik menjadi 40,7 persen naik dari tahun 2009 yakni 12,8 persen.

Pola konsumsi yang salah menjadi salah satu penyebabnya. Sebagai contoh, satu potong roti cokelat mengandung sekitar 1,5 sendok makan gula. Kemudian dalam segelas minuman bersoda mengandung sekitar 2,5 sendok makan gula. Konsumsi sepotong roti dan minuman soda saja sudah memenuhi batasan konsumsi gula, yakni 4 sendok makan atau 50 gram per hari per orang.

Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2.

Batas konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan RI (Kemkes) per orang per hari yaitu 50 gram (4 sendok makan) gula, 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gram (5 sendok makan minyak). Untuk memudahkan, rumusannya adalah G4 G1 L5

Bagaimana dengan pemanis buatan aspartam yang isunya membahayakan tubuh ?

Menurut BPOM dan berbagai penelitian, orang normal dan penderita diabetes aman mengosumsi pemanis buatan aspartam.

Batas aman konsumsi aspartam adalah 50 mg/kg berat badan per hari. Jadi jika berat badan Anda 50 kg, maka batas maksimal konsumsi aspartam adalah 2.500 mg. Ini jumlah yang sangat banyak untuk konsumsi pemanis harian.
Sementara itu, garam mengandung natrium dan sodium. Garam dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk mengatur kandungan air dalam tubuh. Jika berlebihan, garam dapat menyebabkan hipertensi hingga stroke. Contoh makanan yang mengandung garam yaitu dalam 1 sendok makan kecap terdapat ¼ sendok teh garam dan dalam 1 bungkus mie instan mengandung sekitar ¾ sendok teh garam.

Sedangkan lemak, juga diperlukan dalam tubuh sebagai cadangan energi. Lemak berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantunghingga kanker. Lemak dapat berbentuk padar dan cair (minyak). Lemak pun banyak ditemui pada makanan yang digoreng. Misalnya, dalam 1 potong ayam goring tepung, mengandung sekitar 2 sendok makan minyak.

Alcometer ialah alat untuk mengukur kadar alkohol
Bagaimana dengan konsumsi minuman beralkohol ?

Menurut  The National Health and Medical Research Council (NHMRC), lelaki yang mengkonsumsi minuman beralkohol dibawah 4 kali minuman per hari dan perempuan dua kali dalam sehari memiliki resiko rendah terhadap dampak dari minuman berakohol.  Sedangkan lelaki yang mengkonsumsi lebih dari 6 kali sehari dan perempuan 4 kali dalam sehari memiliki resiko tinggi terhadap dampak minuman beralkohol.

Berikut daftar kandungan alkohol yang baik untuk tubuh  ;

1.     Bir ukuran 330 militer
Kandungan alkohol bir (5 persen) dikali (x) 0,79 (nilai dari konversi factor) didapatkan hasil 13 gram alkohol.

2.     Wine ukuran 140 mililiter
Wine yang mengandung 12 persen alkohol x 0,79 didapatkan hasil 13,3 gram alkohol.

3.     Minuman beralkohol diatas 40 persen seperti vodka, mansion
Konsumsi disarankan 40 mililiter, sebab hasil perhitungannya 40 persen x 0,79 didapatkan hasil 12,6 gram alkohol.

Mari kita konsumsi apa yang kita makan secara bertanggung jawab. Jangan pernah mencampur atau mengoplos minuman beralkohol sendiri di rumah. Sebab mencampur dan mengoplos minuman beralkohol membutuhkan pendidikan khusus. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar